Visitor: 

Margareth

Putri tunggal saya; Margaret lahir 21 Maret 1989, sebelum mengalami cobaan hidup, saya sangat rajin kegereja, saya adalah orang yang cinta Tuhan. tetapi saat saya ditinggal oleh suami, saya agak berkurang ke gereja.

Hobby saya olah raga basket dan bulu tangkis, suatu ketika kaki saya mengalami cidera dan ini membuat saya beberapa bulan tidak bisa jalan. saya jadi semakin jarang kegereja dan menjauh dari pergaulan teman-teman seiman.

Setelah Kaki saya sembuh, saya sibuk mengurus putri saya margareth yang sebentar lagi akan menikah. setelah pernikahan anak saya beres, dan margareth ikut bersama suaminya, saya semakin merasa kesepian. karena saya biasa tinggal bersama putri saya tetapi sekarang akhirnya saya sendiri kembali.

Tetapi beberapa bulan kemudian putri saya pun hamil (mengandung), ini juga membuat margareth jadi sering main kerumah saya lagi, kita berdua sering pergi bersama untuk membeli keperluan bayi yang sudah ditunggu-tunggu. Margareth adalah anak yang sehat, ceria dan Rajin. walaupun ia sedang dalam keadaan mengandung tetapi ia tak lupa membantu saya merapihkan rumah..

Mendekati hari kelahiran bayi (cucu saya) saya merasa was-was tetapi akhirnya proses persalinannya berlangsung baik dan anak serta ibunya selamat. Margareth melahirkan anak lelaki yang sehat dan ganteng. tetapi satu bulan setelah proses persalinan, margareth jadi sering sakit-sakitan,  sayangnya suami margareth kurang terbuka dan jarang menceritakan keadaan margareth kepada saya. sampai akhirnya seluruh badannya mengalami panas dan depresi yang berat.

Saya baru diberitahu saat margareth masuk rumah sakit, saya selalu menyempatkan diri menjenguk dan menemaninya; tetapi keadaanya tak kunjung sembuh, semakin lama semakin parah sampai akhirnya margareth tak bisa ditolong lagi.

Ibunda Margareth Sangat shock mendengar berita itu. sampai tidak bisa berkata apa-apa. ia tidak bisa menerima kenyataan ini damn semakin menyalahkan Tuhan mengapa memberikan cobaan ini kepada dirinya, ibunda margareth pun semakin tidak mau beribadah ke gereja.

Margareth akhrinya dipanggil Tuhan pada tanggal 2 November 2010, diusianya yang ke-21 tahun.

Kasihan Sekali Cucu saya, diusia 3 bulan.. sudah tidak ada ibu, dan dirawat oleh ayahnya tentunya. tetapi saya merasa bahwa cucu saya itu (peninggalan margareth) diambil dari pada saya. Ini membuat kebencian saya kepada suami dari Margareth semakin menjadi-jadi. saya merasa ia menelantarkan putri saya sampai akhirnya ia menjadi meninggal dunia. dan sekarang cucu sayapun tidak boleh tinggal dengan saya.

Setelah Margareth Meninggal, hidup ini semakin tidak ada artinya dan gairahnya dimata saya. hati saya sungguh sakit. Setiap hari saya mengurung diri dan menyesali serta bertanya-tanya mengapa ini harus terjadi.

Sampai saya kemudian berkenalan dan bertemu dengan ibu merry, yang mengalami peristiwa ditinggal anak tunggalnya. Ibu merry tidak pernah mengurung diri seperti saya, bahkan sering kesaksian dan menguatkan orang yang mengalami penderitaan dan luka ditinggal orang tercinta. Ibu merry menghibur saya dan membagikan pengalaman hidupnya saat menghadapi cobaan hidup. Walau ia sendiri juga ditinggal suami dan ditinggal mati anaknya.

Ibu merry selalu menuntun dan mengingatkan saya agar kembali datang menghampiri Tuhan, lewat lagu-lagu rohani ataupun buku2 rohani. Menyembuhkan hati yang terluka tentunya tidaklah instan dan ini membutuhkan waktu sampai suatu saat nanti hati ibu lili (ibunda margareth) akan terbuka dan Pulih kembali.

*) Bagi yang membaca kisah ini dan mengenal ibu Lili -- mari kita sama-sama melayani Ibu lili agar bisa segera pulih. Amin