Visitor: 

Samuel

Berikut adalah Cerita ibu ida kepada NCM sewaktu kami berkunjung kesana :

Saya memiliki 3 orang anak, anak pertama lelaki bernama philip (sudah bekerja di pabrik), Anak ke-2 bernama samuel, Anak ke-3 bernama marcella.

Anak ke-2 kami (yaitu samuel) merupakan anak yg kami tunggu-tunggu karena sudah dinanti selama 9 tahun melalui doa dan pergumulan sehingga akhirnya Tuhan mendengar doa saya sehingga saya hamil lalu melahirkan samuel. Senang Bukan main hati saya saat melahirkan Samuel.

Samuel Tumbuh besar menjadi anak yang baik, pandai dan penurut.

Sampai suatu ketika sehabis samuel pulang dari sekolah. setelah ia bersalin pakaian, ia ijin kesaya untuk jajan diwarung di sebeang rumah. tak lama kemudian saya mendengar suara rem motor yang keras sekali. dan ada suara teriakan samuel.

Mendengar itu saya terkejut dan segera lari kedepan, disitulah saya melihat samuel sudah kejang-kejang dan darah banyak mengalir dari kepalanya. secepatnya kamipun membawa samuel ke RS. Singkat cerita beberapa bulan kemudian samuel dinyatakan sembuh dan boleh pulang kembali kerumah. tetapi itu hanya sebentar saja.. tak lama  kemudia kambuh lagi. padahal sudah seluruh harta dan rumah saya jual untuk biaya operasi samuel. tetapi keadaannya tidak bertambah baik.

Kedua belah tangan samuel tidak bisa lurus, begitupula kakinya, yang semakin hari semakin tidak bisa berjalan dan matanyapun tak bisa melihat, begitu pula pita suara samuel juga tidak bisa berfungsi kembali sehingga samuel menjadi Cacat total.

Biaya perawatan rumah sakit yang membesar membuat saya tidak mampu menanggung terus menerus dan akhirnya saya putuskan untuk merawat samuel sendiri dirumah saja.

Kasihan sekali keadaan samuel, setiap kali mau makan tangannya harus dipencet dahulu, dan setelah mulutnya terbuka baru bisa diberi makan, makanan itupun harus diblender karena samuel tidak bisa mengunyah makanan.

Saya pernah bermimpi 2x dimana dalam mimpi itu saya melihat samuel naik ke surga, tetapi saya terbangun dan saya berteriak "samuel tidak boleh mati, Tuhan..jangan ambil anak saya, saya tidak bisa hidup tanpa anak saya."

Mungkin Tuhan Mendengar Doa saya itu, sehingga tak terasa sudah 9 Tahun saya merawat samuel. Keadaanyapun mulai membaik. Sekarang samuel sudah bisa makan nasi, tanpa harus disakiti terlebih dahulu agar mulutnya membuka. matanya sekarang sudah bisa melihat. Puji Tuhan. Keadaan samuel semakin hari semakin baik dan sehat..

Saya juga sudah memaafkan  orang yang menabrak samuel. dalam Ibrani 10:30, Penghakiman adalah haknya Tuhan.

Saat ini saya merindukan dan menunggu mujizat Tuhan menjadi nyata dalam hidup samuel, saya kepingin mendengar samuel bisa memanggil saya "mama!" seperti 9 tahun yang lalu.

Dahulu saya sempat kecewa  mengapa ini harus terjadi, anak yang saya tunggu-tunggu selama ini kenapa hidupnya harus naas seperti ini. sekarang saya selalu mengucap syukur dan percaya bahwa Tuhan memiliki rancangan yang terbaik bagi samuel.

Saya pun jadi lebih sabar, lebih dekat kepada Tuhan, saya melihat pertolongan Tuhan berdatangan melalui orang-orang yang dikirim Tuhan untuk menolong/Menguatkan Kami.

Mohon Dukungan Doa untuk kesembuhan Samuel, Tuhan Yesus Memberkati.